Perkuat Sinergitas dan Marwah Organisasi Melalui Kedisiplinan Kolektif, KKPMP Provinsi Banten Gelar Rakerwil Guna Pertajam Koordinasi Berjenjang dan Pengkaderan Sayap Mililitan

SERANG, The Wasesa News – Dalam upaya memperkokoh pondasi organisasi serta memastikan gerak langkah seluruh kader selaras dengan visi pusat, jajaran pengurus organisasi kemasyarakatan Kesatuan Komando Pembela Merah Putih (KKPMP) Provinsi Banten menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) strategis. Kegiatan yang menjadi ajang konsolidasi akbar ini dipusatkan di Gedung Diskominfo Kota Cilegon pada Minggu, 19 April 2026. Momentum Rakerwil ini dipandang sebagai langkah krusial dalam melakukan re-evaluasi serta pemantapan program kerja, mengingat dinamika sosial di wilayah Banten yang menuntut organisasi untuk lebih responsif, disiplin, dan solid. Dengan dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai tingkatan, forum ini resmi menjadi ruang pengambilan keputusan tertinggi di tingkat wilayah guna menentukan arah perjuangan KKPMP Banten dalam satu periode ke depan.

Suasana Rakerwil KKPMP Banten di Gedung Diskominfo Cilegon yang dihadiri Ketua Mawil Jeri Kaspor dan 300 peserta lintas Mada se-Banten. - thewasesanews.com

​Pelaksanaan Rakerwil KKPMP Banten kali ini nampak sangat representatif dengan kehadiran seluruh jajaran organisasi dari berbagai tingkatan. Berdasarkan data panitia, tercatat kurang lebih 300 peserta memadati ruangan, yang terdiri dari pengurus tingkat Markas Wilayah (Mawil), Markas Daerah (Mada), Markas Cabang (Marcab), hingga seluruh sayap-sayap organisasi yang menjadi motor penggerak di lapangan. Kehadiran para pimpinan daerah seperti Ketua Mada Tangerang, Mada Cilegon, Mada Kota Serang, Mada Kabupaten Serang, Mada Pandeglang, hingga Mada Lebak, menunjukkan adanya kesatuan tekad untuk menyeragamkan persepsi organisasi di seluruh pelosok Tanah Jawara.

​Ketua Mawil KKPMP Banten, Jeri Kaspor, dalam pidato arahannya menekankan poin krusial mengenai urgensi koordinasi dan komunikasi aktif antar-lini. Ia menegaskan bahwa kekuatan KKPMP terletak pada kedisiplinan anggotanya dalam menjalankan instruksi pimpinan dan menjaga marwah organisasi di mata publik. Jeri menginstruksikan kepada seluruh jajaran pengurus untuk tidak bekerja secara parsial, melainkan harus tetap berada dalam koridor sinergitas yang kuat. Solidaritas organisasi hanya dapat tercipta jika komunikasi dari tingkat wilayah hingga ke unit terkecil di tingkat cabang berjalan tanpa hambatan.

Suasana Rakerwil KKPMP Banten di Gedung Diskominfo Cilegon yang dihadiri Ketua Mawil Jeri Kaspor dan 300 peserta lintas Mada se-Banten. - thewasesanews.com

​”Saya tegaskan kepada seluruh kader, koordinasi dan komunikasi secara aktif adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar. Kita harus menjaga sinergitas dan solidaritas sebagai bentuk kedisiplinan organisasi. Salah satu bentuk penghormatan terhadap marwah KKPMP adalah kepatuhan terhadap aturan main organisasi. Saya mewajibkan setiap anggota yang menghadiri undangan resmi organisasi, terutama yang menggunakan kop surat resmi, untuk mengenakan atribut atau seragam lengkap. Ini adalah bentuk identitas, kebanggaan, dan penghormatan kita terhadap forum resmi yang kita bangun bersama,” tegas Jeri Kaspor dengan penuh wibawa.

​Selain persoalan atribut dan koordinasi, fokus utama Rakerwil kali ini juga tertuju pada penguatan sumber daya manusia melalui jalur pelatihan dan pengkaderan. Muhamad Rosidin dari LBH Mawil KKPMP Banten, yang dipercaya sebagai Ketua Pelaksana kegiatan, mendorong agar setiap Markas Daerah segera mengaktifkan kembali program pelatihan berjenjang. Menurutnya, organisasi yang besar harus ditopang oleh kader-kader yang memiliki kompetensi hukum dan pemahaman organisasi yang mumpuni. Hal ini diperkuat oleh Ketua Mada Kota Serang, Robani, yang dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Acara Rakerwil tersebut, menyatakan bahwa pelatihan akan dilaksanakan mulai dari tingkat cabang hingga wilayah guna memastikan standar kualitas kader yang merata.

​Program pelatihan ini nantinya akan melibatkan seluruh sayap organisasi secara aktif. Seluruh peserta pelatihan akan direkomendasikan dan dibina langsung oleh pimpinan organisasi di masing-masing tingkatan guna memastikan bahwa kader yang lahir memiliki militansi dan loyalitas tinggi terhadap instruksi organisasi. Pembinaan ini dianggap penting agar setiap langkah pembelaan atau kegiatan sosial yang dilakukan di lapangan tetap berada di bawah pengawasan dan tanggung jawab pimpinan, sehingga roda organisasi tetap berjalan sesuai dengan AD/ART yang berlaku.

​Acara Rakerwil yang berlangsung khidmat ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Ibu Ustadzah Vina Razika, yang memberikan nuansa religius pada pembukaan forum. Doa bersama tersebut menjadi pengingat bahwa setiap perjuangan organisasi harus senantiasa dilandasi dengan nilai-nilai spiritual. Selama sesi rapat berlangsung, para peserta nampak antusias mendiskusikan berbagai isu strategis, mulai dari advokasi masyarakat oleh LBH, penguatan peran sayap pemuda dan wanita, hingga rencana aksi sosial kemasyarakatan di wilayah Banten.

​Dalam sesi pleno, forum kembali memberikan penegasan terhadap hasil-hasil rapat kerja. Disepakati bahwa apabila terdapat pelanggaran terhadap aturan organisasi atau ketidakpatuhan terhadap hasil keputusan Rakerwil, baik di tingkat provinsi maupun wilayah, maka pimpinan organisasi memiliki kewenangan penuh untuk melakukan penindakan dan pembinaan sesuai dengan ketentuan organisasi yang berlaku. Ketegasan ini diambil semata-mata untuk menjaga wibawa KKPMP agar tetap menjadi organisasi yang disegani karena kedisiplinannya, bukan karena jumlah massanya semata. Pimpinan di setiap tingkatan kini memiliki tanggung jawab moral untuk melakukan pengawasan melekat terhadap anggotanya masing-masing.

​Sebagai penutup rangkaian acara, segenap jajaran panitia dan pengurus Mawil menyampaikan pesan yang menyentuh hati. Pihak penyelenggara menyadari bahwa dalam pelaksanaan kegiatan organisasi yang melibatkan ratusan orang ini, tentu masih terdapat berbagai kekurangan dan kekhilafan. “Kami memohon ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh keluarga besar organisasi atas segala kekurangan dalam pelayanan maupun teknis kegiatan. Semoga apa yang kita hasilkan hari ini menjadi ladang pahala dan jembatan menuju kemajuan KKPMP Banten,” ujar perwakilan panitia saat menutup acara dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Suroji.

​Rakerwil KKPMP Banten tahun 2026 ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah proklamasi semangat baru bagi para “Pembela Merah Putih” di tanah Banten. Dengan struktur yang lebih tertata, koordinasi yang lebih tajam, dan pengkaderan yang lebih terukur, KKPMP Banten optimistis dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah serta menjadi pelindung bagi masyarakat yang membutuhkan keadilan. Semangat solidaritas yang terpancar dari Gedung Diskominfo Cilegon hari ini diharapkan mampu membakar semangat ribuan kader lainnya di seluruh pelosok Banten untuk tetap setia pada garis perjuangan organisasi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!