Aksi Pencurian Sapi di Sula Resahkan Warga Desa Mangon, Pelaku Diduga Gunakan Senjata Api dan Mobil Pikap Saat Beraksi

Warga Desa Mangon, Sanana, dikejutkan dengan aksi pencurian sapi di Sula yang menggunakan senjata api dan mobil pikap pada Jumat dini hari.

SANANA, The Wasesa News – Kasus Pencurian Sapi di Sula kembali mencuat dan menggegerkan masyarakat, khususnya di Desa Mangon, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Peristiwa kriminalitas yang terjadi pada Jumat pagi (27/03/2026) menjelang waktu subuh, sekitar pukul 04.30 WIT, ini menyisakan trauma mendalam bagi warga setempat. Pasalnya, para pelaku disinyalir tidak segan-segan menggunakan senjata untuk melumpuhkan hewan ternak milik warga di pinggir jalan.

​Kejadian Pencurian Sapi di Sula ini terungkap setelah warga mendengar suara letusan yang diduga berasal dari senjata api di luar jendela rumah mereka, tepat saat suasana desa masih sepi dan gelap. Suara tembakan tersebut mengarah pada seekor sapi yang tengah mencari makan, yang seketika ditemukan warga dalam kondisi tak berdaya di samping batu besar dekat emperan jalan umum. Kondisi ini memicu kepanikan massal di lingkungan Desa Mangon yang selama ini dikenal cukup tenang.

​Kejadian Pencurian Sapi di Sula kali ini tergolong sangat nekat karena dilakukan di area yang masih terjangkau oleh pemukiman warga. Idu, salah seorang warga Desa Mangon yang menjadi saksi mata awal peristiwa tersebut, menyampaikan kronologi yang mengejutkan. Ia mengonfirmasi bahwa pelaku yang terlibat dalam aksi Pencurian Sapi di Sula di wilayah Mangon berjumlah sekitar empat orang dengan pembagian peran yang terencana.

​Berdasarkan pengamatannya saat mencoba mengintip dari balik jendela, para pelaku menggunakan armada berupa satu unit mobil jenis pick-up yang diduga disiapkan untuk mengangkut hasil curian. Selain itu, mereka didampingi oleh satu unit sepeda motor Yamaha Mio Soul sebagai pengintai. Kehadiran kendaraan-kendaraan ini menunjukkan bahwa aksi tersebut telah direncanakan dengan matang oleh para komplotan spesialis ternak yang kini sangat diwaspadai di wilayah Sanana.

​Saat warga mencoba melakukan penyergapan setelah menyadari adanya aktivitas mencurigakan, para pelaku Pencurian Sapi di Sula tersebut diduga langsung melarikan diri dengan kecepatan tinggi ke arah Timur. Keberanian warga untuk keluar rumah meski mendengar suara tembakan patut diancungi jempol, namun sayangnya para pelaku berhasil lolos dari kepungan massa sebelum identitas kendaraan mereka teridentifikasi secara detail oleh warga yang panik.

​Idu mengungkapkan rasa kaget dan paniknya saat melihat sapi yang sebelumnya tenang mencari makan di pinggir jalan, tiba-tiba tergeletak tak berdaya di emperan jalan akibat luka tembak. “Saya pun kaget melihat sapi yang sedang mencari makan itu terletak tak berdaya di emperan jalan. Saya melihat kejadian tersebut merasa panik dan langsung berteriak memanggil warga yang lain untuk membantu,” ungkap Idu kepada awak media dengan nada yang masih gemetar menceritakan kejadian subuh berdarah itu.

​Maraknya kasus Pencurian Sapi di Sula dalam beberapa waktu terakhir telah menimbulkan keresahan yang luar biasa bagi masyarakat Sanana. Sapi bukan sekadar hewan ternak bagi warga Kepulauan Sula, melainkan investasi ekonomi yang sangat berharga untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Adanya indikasi penggunaan senjata api dalam aksi Pencurian Sapi di Sula ini menambah eskalasi ketakutan warga secara kolektif.

​Sebab, hal ini menunjukkan bahwa para pelaku adalah komplotan yang bersenjata dan sangat berbahaya jika berpapasan langsung dengan warga. Oleh karena itu, Idu bersama warga Desa Mangon lainnya meminta dengan sangat kepada pihak Kepolisian, khususnya Polres Kepulauan Sula, untuk segera mengusut tuntas kasus pencurian yang baru-baru ini merajalela. Warga mendesak aparat penegak hukum untuk meningkatkan intensitas patroli pada jam-jam rawan.

​Pihak kepolisian diharapkan dapat melakukan penyelidikan mendalam dengan melacak rute pelarian para pelaku yang mengarah ke wilayah Timur. Penggunaan mobil pick-up dan motor Mio Soul menjadi petunjuk awal yang penting bagi jajaran Satreskrim dalam melakukan identifikasi melalui rekaman CCTV yang mungkin ada di jalur pelarian mereka. Kasus Pencurian Sapi di Sula ini tidak bisa dibiarkan begitu saja tanpa tindakan hukum yang tegas.

​Jika tidak ada langkah nyata, para pelaku akan semakin berani melakukan aksinya di lokasi lain dengan modus yang mungkin lebih ekstrem. Masyarakat berharap agar kepolisian segera membentuk tim khusus untuk memburu komplotan ini, mengingat modus operandi yang mereka gunakan tergolong profesional dan terorganisir dengan baik. Keadilan bagi pemilik ternak dan rasa aman bagi warga Mangon kini menjadi prioritas utama.

​Selain dampak kerugian material yang diderita oleh pemilik sapi, aksi Pencurian Sapi di Sula ini juga berdampak pada psikologi masyarakat desa secara luas. Kebiasaan warga yang membiarkan ternaknya mencari makan di area terbuka kini mulai berubah menjadi kekhawatiran yang mendalam setiap malam tiba. Warga merasa perlu melakukan jaga malam atau siskamling yang lebih intensif untuk melindungi aset berharga mereka.

​Namun, keterbatasan peralatan pengamanan membuat warga tetap merasa terancam, apalagi jika harus berhadapan dengan pencuri yang membawa senjata api di kegelapan malam. Sinergi antara masyarakat dan pihak kepolisian melalui program Bhabinkamtibmas sangat diperlukan untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan pencurian ternak. Hal ini penting untuk memulihkan stabilitas keamanan di wilayah Kepulauan Sula.

​Dalam konteks penegakan hukum, kasus Pencurian Sapi di Sula dengan modus penembakan di tempat ini dapat dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan (Curat). Selain itu, penggunaan senjata api ilegal dapat dikenakan Undang-Undang Darurat yang memiliki ancaman hukuman sangat berat. Ketegasan hukum ini dinilai sangat penting untuk memberikan efek jera yang nyata bagi para komplotan pencuri ternak.

​Pengamat hukum menilai bahwa penggunaan cara-cara kekerasan seperti menembak ternak di dekat pemukiman warga adalah tindakan kriminal murni yang mengancam nyawa manusia. Dukungan dari tokoh masyarakat dan pemerintah desa Mangon juga mengalir kepada pihak Kepolisian agar proses penyelidikan dapat berjalan lancar. Harapannya, para pelaku segera dapat diringkus dan mendekam di balik jeruji besi dalam waktu dekat.

​Melalui rilis berita ini, redaksi The Wasesa News mengajak seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sula untuk tetap waspada dan saling menjaga lingkungan. Informasi sekecil apapun mengenai keberadaan mobil pick-up atau sepeda motor yang mencurigakan pada dini hari di wilayah Timur Sanana dapat dilaporkan segera ke kantor polisi terdekat.

​Solidaritas warga Desa Mangon dalam menghadapi aksi Pencurian Sapi di Sula ini menjadi bukti bahwa masyarakat tidak akan tinggal diam terhadap praktik kriminalitas. Kepolisian diharapkan mampu memberikan jawaban cepat atas keresahan ini dengan menangkap keempat pelaku dalam waktu singkat. Hal ini krusial demi mengembalikan kepercayaan publik terhadap jaminan keamanan di wilayah hukum Kepulauan Sula yang mulai terusik.

​Keberlanjutan kasus Pencurian Sapi di Sula ini akan terus dipantau secara ketat oleh media guna memastikan adanya perkembangan yang signifikan dari pihak berwajib. Kehadiran polisi di lapangan tidak hanya untuk menangkap pelaku, tetapi juga untuk memberikan rasa aman yang nyata bagi setiap warga negara. Kita semua berharap Sanana kembali menjadi daerah yang aman bagi para peternak dan masyarakat secara umum.

​Kejadian di Desa Mangon pada Jumat pagi tersebut menjadi pengingat keras bahwa kejahatan bisa terjadi kapan saja di saat warga sedang terlelap. Kesiapsiagaan aparat serta kewaspadaan warga adalah kunci utama dalam menjaga kedaulatan serta ketertiban di tanah Kepulauan Sula. Mari bersama-sama kita lawan segala bentuk kriminalitas yang merusak ketenangan hidup bermasyarakat di Bumi Maluku Kheraha

Autentikasi: Kaperwil Maluku Utara

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!