Pembangunan MCK Komunal TMMD Ke-127 Kodim 0819/Pasuruan: Warga dan TNI Gotong Royong di Desa Wonosari

“Kita tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia. Pelatihan membatik ini adalah salah satu upaya kita untuk memberikan keterampilan yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga warga desa,” ujar Dansatgas Letkol Inf Boga Bramiko dalam keterangannya beberapa hari yang lalu.

PASURUAN,

Suasana gotong royong yang penuh semangat menghiasi Dusun Ngepreng, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Minggu pagi. Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-127 Kodim 0819/Pasuruan bekerja tangan-tangan dengan masyarakat lokal untuk menyelesaikan tahapan pembangunan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) komunal. Meskipun terpapar terik matahari yang cukup menyengat, para prajurit dan warga tidak sedikitpun mengurangi semangat mereka dalam menyelesaikan pekerjaan.

GALIAN PONDASI SAMPAI PEMBUATAN SUMUR SEPTIK, KERJA SAMA TERLIHAT KUAT

Di lokasi proyek yang terletak di tengah pemukiman warga, terlihat jelas galian lebar yang telah disiapkan sebagai pondasi untuk pembangunan MCK komunal. Ratusan orang, terdiri dari puluhan prajurit TNI dan sekitar 150 warga desa, terbagi menjadi beberapa kelompok kerja yang fokus pada tugas masing-masing. Satu kelompok fokus menggali tanah hingga kedalaman yang diatur untuk pondasi dan saluran pembuangan, sementara kelompok lain menangani pencampuran adonan semen dan pasir untuk pembuatan sumur septik yang akan menjadi bagian penting dari sistem sanitasi MCK.

Prajurit TNI menunjukkan keahlian teknis mereka dalam mengukur kedalaman galian dan memastikan struktur pondasi sesuai dengan standar keamanan. Sementara itu, warga desa dengan giat membantu mengangkut tanah galian menggunakan gerobak dan ember, serta menyediakan air untuk mencampur adonan beton.

“Kita bekerja sama mulai dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun cuacanya cukup panas, tapi semangat kita tetap tinggi karena kita tahu hasilnya akan sangat bermanfaat bagi seluruh warga dusun,” ujar Pratu Rudi, salah satu anggota Satgas TMMD yang membimbing proses pencampuran material beton.

Di sisi lain lokasi proyek, beberapa prajurit dan warga sedang melakukan proses pengecoran lantai pondasi serta pemasangan material beton bertulang untuk memperkuat struktur bangunan. Kerja sama yang erat antara kedua pihak terlihat jelas dalam setiap tahapan pekerjaan, mulai dari persiapan material hingga pelaksanaan konstruksi, yang bertujuan untuk mempercepat penyelesaian pembangunan.

MCK SEBAGAI SASARAN FISIK TMMD KE-127 UNTUK NAIKKAN KUALITAS SANITASI

Pembangunan MCK komunal ini merupakan bagian dari sasaran fisik utama program TMMD Ke-127 yang telah berlangsung sejak 10 Februari 2026 dan akan berakhir pada 11 Maret 2026 di Desa Wonosari. Program yang dipimpin langsung oleh Dansatgas TMMD Ke-127 Letkol Inf Boga Bramiko, M.Han., bertujuan untuk meningkatkan kualitas fasilitas sanitasi bagi masyarakat desa, yang sebelumnya masih menghadapi keterbatasan akses terhadap sarana cuci mandi dan sanitasi yang layak.

“Pembangunan MCK ini diharapkan dapat membantu warga mendapatkan fasilitas sanitasi yang lebih layak dan memenuhi standar kesehatan. Sebelumnya, sebagian besar warga di dusun ini masih menggunakan fasilitas yang tidak memadai, sehingga berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat. Dengan adanya MCK komunal ini, kita berharap dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan seluruh warga,” jelas Pratu Rudi.

Ia juga mengapresiasi antusiasme tinggi masyarakat yang tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap tahapan pembangunan. Menurutnya, partisipasi aktif warga menjadi bukti bahwa program TMMD benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kita sangat mengapresiasi antusiasme warga yang turut membantu proses pembangunan. Ini menunjukkan bahwa mereka benar-benar menginginkan fasilitas ini dan siap bekerja sama untuk mewujudkannya. Kerja sama seperti ini adalah kunci keberhasilan setiap program pembangunan desa,” tambahnya.

BERBAGAI PROGRAM TMMD LAINNYA BERJALAN SEMPURNA DI DESA WONOSARI

Selain pembangunan MCK komunal, program TMMD Ke-127 di Desa Wonosari juga mencakup berbagai proyek pembangunan dan pemberdayaan masyarakat lainnya yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup warga. Di antaranya adalah rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk tiga keluarga kurang mampu, perbaikan dan renovasi mushola di Dusun Wonosari Lor, renovasi ruang guru SMP Negeri 2 Gondangwetan yang sudah cukup tua, serta pelatihan keterampilan membatik bagi sekitar 50 ibu rumah tangga dan pemuda desa.

Pelatihan membatik yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut telah menghasilkan berbagai produk batik dengan motif khas daerah Pasuruan, yang diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat. Para peserta pelatihan juga diberikan materi tentang pemasaran produk agar hasil karya mereka dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

“Kita tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia. Pelatihan membatik ini adalah salah satu upaya kita untuk memberikan keterampilan yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga warga desa,” ujar Dansatgas Letkol Inf Boga Bramiko dalam keterangannya beberapa hari yang lalu.

Sementara itu, proses rehabilitasi RTLH juga telah memasuki tahap akhir, dengan tiga rumah yang sebelumnya tidak layak huni kini telah direnovasi dengan struktur yang lebih kuat dan fasilitas yang lebih memadai. Warga yang mendapatkan bantuan rehabilitasi rumah mengaku sangat bersyukur dan berharap program serupa dapat terus berlanjut untuk membantu keluarga lain yang membutuhkan.

OPTIMIS PEMBANGUNAN MCK SELESAI TEPAT WAKTU DIMANFAATKAN MASYARAKAT

Menjelang sore hari, pekerjaan galian untuk pondasi MCK semakin dalam dan struktur awal bangunan mulai terbentuk dengan jelas. Para pekerja mulai membersihkan area sekitar lokasi proyek dan menyiapkan material untuk tahapan konstruksi selanjutnya, yaitu pemasangan dinding dan atap bangunan.

Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0819/Pasuruan menyampaikan optimisme bahwa pembangunan MCK komunal tersebut dapat selesai tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan, sehingga segera dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Dusun Ngepreng dan sekitarnya.

“Kita targetkan pembangunan ini selesai dalam waktu tiga hari ke depan. Setelah itu, akan dilakukan proses finishing dan pemasangan peralatan di dalam MCK. Kami berharap segera setelah selesai, fasilitas ini dapat langsung digunakan oleh masyarakat dan memberikan manfaat yang maksimal,” tutup Pratu Rudi saat mengakhiri aktivitas kerja hari itu.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran proyek, pemerintah desa juga telah menyediakan lahan untuk pembangunan MCK secara cuma-cuma dan membantu mengkoordinasikan partisipasi warga dalam setiap tahapan kegiatan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!