Panglima TNI Agus Subiyanto Dampingi Prabowo Resmikan 218 Jembatan Dibangun TNI dalam 2,5 Bulan: Perkuat Konektivitas dan Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

“Peresmian 218 jembatan yang telah dilaksanakan dalam waktu 2,5 bulan adalah suatu prestasi luar biasa. Prestasi ini menunjukkan kesungguhan hati dari seluruh prajurit TNI dan para petugas di daerah-daerah yang sangat memerlukan jembatan ini.” – Presiden RI Prabowo Subianto

HAMBALANG, BOGOR

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan sebanyak 218 jembatan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia melalui video conference dari kediamannya di Hambalang, Bogor, pada Senin (9/3/2026). Peresmian ini didampingi oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, dan Wapang TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R.

Sebanyak 218 jembatan tersebut berhasil dibangun dalam waktu sekitar 2,5 bulan sebagai hasil kerja keras prajurit TNI bersama para petugas di daerah. Pembangunan ini bertujuan untuk membantu pemulihan wilayah terdampak bencana serta membuka akses mobilitas masyarakat yang selama ini terhambat. Menurut Presiden Prabowo, peresmian tersebut meliputi 77 jembatan Bailey, 59 jembatan Armco, dan 82 jembatan perintis yang dibangun dengan cepat dan efisien.

Jembatan Yang Di Resmikan Oleh Presiden Prabowo
Jembatan-Jembatan Yang Di Resmikan Oleh Presiden Prabowo

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada sore hari ini, Senin, 9 Maret tahun 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan 77 Jembatan Bailey, 59 Jembatan Armco, dan 82 Jembatan Perintis,” ujar Prabowo dalam sambutannya.

Presiden juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, khususnya Satgas Jembatan yang dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Menurutnya, para prajurit dan petugas telah bekerja keras tanpa henti untuk menyelesaikan pembangunan jembatan-jembatan tersebut, baik yang berukuran besar maupun kecil.

“Peresmian 218 jembatan yang telah dilaksanakan dalam waktu 2,5 bulan adalah suatu prestasi luar biasa. Prestasi ini menunjukkan kesungguhan hati dari seluruh prajurit TNI dan para petugas di daerah-daerah yang sangat memerlukan jembatan ini,” kata Prabowo.

Pembangunan jembatan ini menjadi wujud komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan nasional dan penguatan konektivitas antarwilayah. Selain itu, infrastruktur ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah terpencil dan terdampak bencana.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat di desa maupun wilayah terpencil menghadapi keterbatasan akses yang berpotensi membahayakan keselamatan mereka. Menurutnya, pembangunan infrastruktur seperti jembatan adalah salah satu upaya pemerintah untuk memastikan bahwa setiap warga negara dapat menikmati hak-haknya dengan layak.

“Pemerintah berkomitmen membangun infrastruktur hingga wilayah desa yang jauh dari pusat ekonomi. Pembangunan tidak hanya berfokus pada proyek besar di perkotaan, tetapi juga pada infrastruktur kecil yang sering menjadi faktor penentu aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Prabowo.

Salah satu contoh jembatan yang diresmikan adalah Jembatan Panel Garuda di Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Jembatan ini menghubungkan empat desa dan telah menjadi mimpi panjang warga setempat. Pembangunan jembatan sepanjang 19,2 meter ini dilakukan melalui kolaborasi erat antara personel TNI dari Kodam III/Siliwangi dengan warga setempat selama hampir tiga pekan.

“Jembatan ini nantinya akan menjadi akses utama bagi warga empat desa, mempermudah mobilisasi, jalur akses siswa bersekolah, dan secara signifikan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat lokal,” ujar salah satu pejabat setempat.

Selain di Jawa Barat, jembatan-jembatan yang diresmikan juga tersebar di berbagai provinsi lain, seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Timur, dan lain-lain. Di Aceh, misalnya, TNI telah membangun sejumlah jembatan Bailey di wilayah terdampak banjir untuk memulihkan konektivitas antar daerah dan memastikan distribusi bantuan kemanusiaan berjalan lancar.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspes) TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan bahwa TNI terus berupaya untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana dengan membangun infrastruktur yang diperlukan. Menurutnya, jembatan Bailey merupakan salah satu jenis jembatan yang sering digunakan karena dapat dirakit dengan cepat di lapangan dan cocok untuk kebutuhan darurat.

“Jembatan Bailey merupakan jembatan rangka baja sementara yang dirancang bisa dirakit dengan cepat di lapangan. Jembatan ini juga kerap digunakan untuk kebutuhan darurat bencana alam hingga urusan militer,” ujar Freddy.

Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin juga mengapresiasi keterlibatan aktif TNI dalam pembangunan ratusan jembatan serta membantu proses pemulihan pasca-bencana di berbagai wilayah. Menurutnya, TNI tidak hanya aktif dalam menjaga pertahanan dan kedaulatan negara, tetapi juga efektif mendorong kecepatan serta ketepatan realisasi program-program pemerintah sesuai harapan masyarakat di daerah.

“Kami melihat TNI memiliki komitmen kuat serta pemahaman mendalam terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa. Hal itu membuat TNI mampu menyatu atau manunggal dengan rakyat,” ujar Sultan.

Peresmian 218 jembatan ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk rakyat, terutama dalam mempermudah akses masyarakat di wilayah pedesaan dan terdampak bencana. Dengan adanya jembatan-jembatan ini, diharapkan mobilitas masyarakat akan semakin lancar, aktivitas ekonomi akan meningkat, dan kesejahteraan masyarakat akan terjamin.

Foto : BPMI Setpres dan Dispenad
Autentikasi : Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!