PT. Bima Sakti Suksesindo

Meneguhkan Eksistensi dan Menjaga Marwah Budaya di Usia Perak, Milad ke-25 Forkabi Kota Tangerang Menjadi Momentum Penguatan Harkat Martabat Kaum Betawi Serta Sinergitas Pembangunan Daerah

​"Persatuan adalah jembatan emas menuju harapan. Di usia 25 tahun, Forkabi harus menjadi teladan adab dan etika bagi masyarakat." — Syarif Hidayatullah, Sekjen DPP Forkabi.

TANGERANG, The Wasesa News – Organisasi kemasyarakatan Forum Komunikasi Anak Betawi, atau yang lebih dikenal dengan akronim Forkabi, kini resmi memasuki usia perak yakni 25 tahun. Dalam perjalanannya selama dua setengah dekade, organisasi ini terus menunjukkan eksistensi yang nyata, tidak hanya sebagai wadah berkumpulnya putra daerah, tetapi juga sebagai pilar sosial yang aktif dalam kegiatan kemanusiaan. Menandai hari jadinya yang ke-25, Forkabi Kota Tangerang menggelar rangkaian kegiatan yang sarat akan nilai religius dan sosial, salah satunya melalui santunan bagi anak yatim piatu sebagai bentuk syukur atas bertambahnya usia organisasi. Kegiatan monumental ini diprakarsai oleh Haji Dadang selaku Ketua PLT DPD Forkabi Kota Tangerang, didukung penuh oleh jajaran pengurus tingkat DPC Forkabi se-Kota Tangerang yang dikoordinir oleh Bang Kusnan di wilayah Ciledug.

​Perayaan puncak HUT Forkabi ke-25 ini dilaksanakan pada Sabtu malam, 18 April 2026, bertempat di Lapangan Olahraga Alun-alun, Jalan Raden Fatah, Kelurahan Paninggilan Utara, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Suasana di lokasi acara tampak begitu semarak namun tetap khidmat, dengan kehadiran ratusan kader yang mengenakan atribut kebanggaan organisasi. Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut menjadi magnet bagi masyarakat sekitar yang antusias menyaksikan berbagai atraksi budaya Betawi yang ditampilkan. Melalui peringatan ini, Forkabi ingin mengirimkan pesan kuat kepada publik bahwa organisasi ini telah semakin dewasa dan siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun Kota Tangerang yang lebih harmonis.

​Ketua PLT DPD Forkabi Kota Tangerang, Haji Dadang, dalam sambutan pembukanya menyampaikan bahwa peringatan hari jadi kali ini merupakan persembahan khusus bagi seluruh keluarga besar Forkabi. Ia berharap di usia yang ke-25 tahun ini, Forkabi dapat menjelma menjadi organisasi yang lebih matang secara pemikiran maupun tindakan. “Kita harapkan dan kita doakan Forkabi di umur perak ini menjadi semakin dewasa, semakin kompak, dan semakin kuat dalam menghadapi tantangan zaman. Forkabi harus mampu bersinergi secara positif dengan pemerintah dan masyarakat luas. Kita semua memiliki satu tujuan besar, yakni membanggakan masyarakat Betawi serta mengangkat harkat dan martabat orang Betawi di tanah kelahirannya sendiri,” ujar Dadang dengan penuh semangat pada Sabtu malam tersebut.

​Senada dengan hal tersebut, Hartoto selaku Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi Daerah (MPOD) Kota Tangerang memberikan penekanan khusus pada aspek moralitas kader. Di hadapan ratusan anggota yang hadir, ia mengingatkan bahwa kekuatan utama orang Betawi terletak pada etika dan adab. Menurutnya, menghargai yang lebih tua dan menyayangi yang muda harus tetap menjadi jati diri setiap anggota Forkabi. “Di usia 25 tahun ini, saya tekankan kepada seluruh teman-teman untuk terus menjaga etika dan adab. Orang Betawi itu dikenal karena keramahannya dan rasa hormatnya kepada yang tua. Inilah nilai yang harus kita tanamkan ke depan. Saya berharap seluruh kader Forkabi dapat menjaga kondusivitas wilayah demi persatuan dan kesatuan organisasi, baik saat ini maupun di masa yang akan datang,” tegas Hartoto dalam arahannya.

​Apresiasi juga datang dari unsur pemerintah daerah. Camat Ciledug, H. Ayi Nuryadin, yang hadir secara langsung menyampaikan rasa bangganya atas kedewasaan Forkabi. Sebagai salah satu tokoh yang turut menyaksikan cikal bakal berdirinya Forkabi di wilayah Tangerang bersama tokoh-tokoh senior seperti Haji Tabri dan almarhum Haji Nana, Ayi Nuryadin mengingatkan kembali tujuan mulia pembentukan organisasi kemasyarakatan sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013. Menurutnya, ormas harus menjadi instrumen partisipasi dalam pembangunan nasional. Ia mengajak Forkabi untuk mengoptimalkan potensi lingkungan dan membantu pemerintah meminimalisir permasalahan sosial.

​Camat Ciledug secara khusus memuji peran aktif Forkabi dan ormas lainnya di wilayah Ciledug yang selalu sigap membantu masyarakat saat terjadi musibah banjir. “Saya sangat berterima kasih kepada Forkabi dan ormas-ormas di Ciledug yang selalu berpartisipasi menolong warga saat banjir melanda. Itu adalah aksi nyata yang sangat membanggakan. Ke depan, mari kita bersama-sama melestarikan budaya Betawi seperti Palang Pintu, Ondel-ondel, hingga Gambang Kromo sebagai kekayaan daerah yang berlandaskan nilai moral Pancasila,” ungkap Ayi Nuryadin. Ia juga menyinggung masalah krusial di wilayahnya, seperti penanganan sampah, yang memerlukan dukungan dari elemen organisasi kemasyarakatan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

​Dinamika internal organisasi juga menjadi sorotan Sekretaris Jenderal DPP Forkabi, Syarif Hidayatullah. Dalam pidatonya, ia merefleksikan perjalanan panjang 25 tahun Forkabi yang penuh dengan dinamika dan perbedaan pendapat. Baginya, perbedaan adalah hal alami yang harus disikapi dengan kedewasaan berpikir. Persatuan, menurut Syarif, bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja, melainkan hasil dari upaya keras untuk saling merajut kebersamaan. “Jadilah insan kaum Betawi yang membanggakan dan menjadi contoh persatuan di Kota Tangerang. Saya menitipkan keluarga besar Forkabi, khususnya di Ciledug kepada para pejabat Forkopimcam, baik Pak Camat, Danramil, maupun Kapolsek. Ajarilah mereka nilai-nilai persatuan dan berikan arahan agar eksistensi organisasi ini senantiasa menjadi jembatan emas menuju harapan dan cita-cita kita semua,” tuturnya dengan bijak.

​Acara HUT ke-25 ini juga dihadiri oleh berbagai elemen lintas sektoral, yang menunjukkan betapa kuatnya jaringan silaturahmi yang dibangun Forkabi. Tampak hadir di lokasi acara antara lain Ustaz Nurhasan (Sekretaris MUI Ciledug), Ustaz Muslih (Ketua MWCI Ciledug), perwakilan Danramil Ciledug, Kanit Binmas Polsek Ciledug AKP Syaiful Bahri, serta Ketua Umum PKJB H. Wawan Gunawan. Tak ketinggalan, kehadiran perwakilan ormas sahabat seperti Pemuda Pancasila (PP), FBR, BPPKB, dan Grib Jaya memberikan pemandangan indah mengenai kerukunan antar-organisasi di Kota Tangerang.

​Berdasarkan pantauan tim media di lapangan, perayaan Milad Forkabi ini benar-benar menjadi pesta rakyat. Lapangan Alun-alun Ciledug dipadati warga yang ikut menyaksikan pertunjukan seni bela diri Beksi dan alunan musik rebana yang syahdu. Acara juga diisi dengan tausyiah singkat yang memberikan pencerahan spiritual bagi para hadirin. Meskipun dihadiri oleh massa yang besar, situasi tetap berjalan tertib, lancar, aman, dan kondusif berkat kesiapsiagaan panitia dan aparat keamanan.

​Momentum 25 tahun ini diharapkan menjadi titik balik bagi Forkabi untuk semakin solid dalam memperkuat tali silaturahmi dan ukhuwah di antara sesama putra daerah maupun warga pendatang. Dengan menjunjung tinggi harkat dan martabat kaum Betawi melalui aksi sosial dan pelestarian budaya, Forkabi membuktikan bahwa mereka bukan sekadar organisasi massa, melainkan penjaga nilai-nilai luhur di tanah Banten. Harapan masyarakat adalah agar Forkabi terus konsisten dalam jalan kebaikan, menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan, serta tetap jaya dalam pengabdiannya kepada bangsa dan negara.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!