JAKARTA, The Wasesa News – Institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali mencatatkan tinta emas dalam sejarah kepemimpinan perwira tingginya melalui sosok Mayjen TNI Faridah Faisal, SH, MH, yang resmi menyandang pangkat jenderal bintang dua setelah melaksanakan korps raport kenaikan pangkat di hadapan Panglima TNI pada tanggal 26 Maret 2026. Kenaikan pangkat ini bukan sekadar seremoni militer biasa, melainkan pengukuhan atas dedikasi, loyalitas, serta profesionalisme seorang prajurit wanita yang berhasil menembus dominasi di lingkungan peradilan militer. Momentum bersejarah ini berlangsung di Markas Besar TNI Jakarta, yang menegaskan posisi strategis beliau sebagai bagian dari kelompok wanita inspiratif di tubuh TNI Angkatan Darat.

Mayjen TNI Faridah Faisal, SH, MH, yang saat ini mengemban amanah sebagai Kepala Pengadilan Militer Utama (Kadilmiltama), merupakan sosok yang dikenal ramah namun memiliki karakteristik kepemimpinan yang tegas dan berintegritas tinggi. Keberhasilan beliau meraih pangkat Mayor Jenderal menjadi simbol kemajuan peran wanita dalam militer Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa dedikasi terhadap negara dapat berjalan selaras dengan peran domestik sebagai seorang istri dan ibu dari tiga orang anak. Sebagai Kadilmiltama wanita pertama yang dilantik oleh Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. Sunarto, SH, MH pada 9 Februari 2026 lalu, beliau kini memikul tanggung jawab besar dalam aspek penegakan keadilan, pembinaan personel, hingga pengambilan kebijakan strategis di lingkungan Peradilan Militer.
Perjalanan karier jenderal asal Makassar, Sulawesi Selatan ini mencerminkan proses panjang yang ditempa melalui disiplin militer sejak lulus dengan pangkat Lettu Chk (K) pada tahun 1992. Berbekal latar belakang pendidikan Sarjana dan Magister Hukum dari Universitas Hasanuddin, Mayjen TNI Faridah Faisal telah melewati berbagai penugasan strategis, baik di dalam negeri maupun dalam lingkup kerjasama ikatan profesi hakim wanita internasional. Pengalaman luas sebagai hakim militer membentuk pola kepemimpinannya yang lugas namun tetap humanis, menjadikannya sosok teladan yang membuka jalan bagi generasi muda untuk berani bercita-cita tinggi tanpa batasan gender. Keberadaannya di puncak pimpinan peradilan militer diharapkan mampu membawa keberkahan serta bimbingan Tuhan dalam mewujudkan kejayaan Peradilan Militer yang berintegritas dan bermartabat.
Red – The Wasesa News
