DEPOK,
Forum Kebangsaan DPP GAKORPAN menyoroti fenomena krisis ekologi Gakorpan soroti Depok dan berbagai wilayah di Indonesia yang kian memprihatinkan. Dalam bedah kasus krusial yang dipimpin Dr. Bernard BB Siagian SH.MA.kp pada Sabtu (14/2/2026), ditekankan bahwa pembiaran terhadap kerusakan lingkungan telah melukai hati masyarakat, terutama warga Sawangan, Depok.
Dampak Krisis Ekologi Gakorpan Soroti Depok di Sawangan
Kondisi di lapangan menunjukkan adanya pembiaran selama tiga tahun terhadap warga terdampak banjir kiriman Kali Pasanggrahan. Akibat tanggul jebol dan tumpukan sampah yang meluap, warga terpaksa menghadapi ancaman penyakit kulit, DBD, hingga diare.
”Tidak ada tindakan nyata dari Satgas BNPB untuk pemulihan wilayah Depok. Siswa sekolah bahkan harus menggunakan perahu getek bambu swadaya milik tokoh pemuda Ricky Soares karena infrastruktur transportasi yang lumpuh total,” tegas perwakilan forum.
Bencana Ekologi Nasional dan Kerusakan Hutan
Selain isu lokal, GAKORPAN juga membedah krisis ekologi Gakorpan soroti Depok dalam konteks nasional. Sepanjang akhir 2025 hingga awal 2026, rentetan bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar. Data BMKG mencatat ribuan orang meninggal dunia dan ratusan desa hilang akibat kerusakan ekosistem.
Faktor dominan penyebab kehancuran masif ini adalah kerusakan ekologi akibat eksploitasi berlebihan oleh oligarki, termasuk penebangan liar dan alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit. GAKORPAN mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi transparansi anggaran dan pemulihan infrastruktur desa secara profesional.
Sumber : dr. Bernard Siagian,S.H,M. (Ketua Umum DPP Gakorpan)
