Halmahera Tengah,
Selasa (10/3) sore, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Halmahera Tengah, Rislawati Karim, bersama tim teknis melakukan peninjauan langsung ke lokasi pekerjaan pengaspalan jalan hotmix pada ruas Perempatan Kilo Tiga menuju RSUD Weda. Kegiatan ini dilakukan setelah proyek tersebut menjadi perhatian publik dan sebelumnya diminta dihentikan sementara oleh anggota DPRD Halmahera Tengah, Usman Tigedo atau yang akrab disapa Oger.
Di lokasi, Rislawati dan tim teknis tidak hanya melihat sekilas kondisi jalan, tetapi melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap hamparan aspal di sejumlah titik badan jalan. Mereka juga berdiskusi secara mendalam dengan pihak kontraktor mengenai tahapan pekerjaan yang telah dilakukan, mulai dari persiapan permukaan jalan hingga proses penghamparan dan pemadatan aspal.
Pemeriksaan yang dilakukan bertujuan untuk memastikan bahwa pekerjaan pengaspalan tersebut berjalan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak. Menurut Rislawati, pihaknya sengaja turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi pekerjaan secara faktual dan memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga. “Kami sudah turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi pekerjaan di lapangan,” kata Rislawati saat dihubungi.
Tim teknis dari Dinas PUPR juga melakukan pengecekan terhadap beberapa aspek penting pekerjaan, mulai dari ketebalan lapisan aspal, kualitas material yang digunakan, hingga metode pengerjaan yang diterapkan oleh kontraktor. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan, baik oleh pemerintah daerah maupun oleh Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR.
Menurut spesifikasi teknis yang berlaku, pengaspalan jalan hotmix memiliki sejumlah standar yang harus dipenuhi. Misalnya, aspal AC-WC atau AC-BC yang digunakan harus dipanaskan hingga suhu 145–160°C sebelum dihampar merata. Penghamparan dilakukan dengan menggunakan finisher, lalu dipadatkan dengan tandem roller 8–10 ton. Pemadatan harus dilakukan minimal 4–6 kali lintasan untuk mencapai kepadatan 95% atau lebih. Selain itu, kemiringan melintang jalan harus mencapai 2–3% untuk memastikan air tidak menggenang di permukaan jalan.
Rislawati juga mengakui bahwa dalam pemeriksaan yang dilakukan, jika ditemukan bagian pekerjaan yang tidak sesuai dengan standar, maka kontraktor akan diminta untuk melakukan perbaikan. “Kalau ada bagian pekerjaan yang belum sesuai standar teknis tentu akan kami minta untuk diperbaiki,” ujarnya tegas.
Ruas jalan Perempatan Kilo Tiga menuju RSUD Weda sendiri merupakan akses penting yang setiap hari dilalui oleh masyarakat. Jalan ini menjadi jalur utama menuju rumah sakit daerah, sehingga kualitasnya sangat berpengaruh terhadap kelancaran akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Selain itu, jalan ini juga digunakan untuk berbagai aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat sehari-hari.
Karena pentingnya ruas jalan ini, Dinas PUPR Halmahera Tengah memastikan bahwa pengawasan terhadap pekerjaan tersebut dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Tujuannya adalah agar kualitas jalan yang dibangun dapat bertahan lama dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa jalan ini dapat digunakan dengan aman dan nyaman oleh masyarakat dalam jangka waktu yang lama,” tambah Rislawati.
Peninjauan yang dilakukan oleh Kepala Dinas PUPR ini juga merupakan respon terhadap perhatian publik dan permintaan dari anggota DPRD. Sebelumnya, anggota DPRD Halmahera Tengah, Usman Tigedo, telah meminta agar proyek ini dihentikan sementara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini menunjukkan adanya sinergi yang baik antara lembaga legislatif dan eksekutif dalam mengawasi pembangunan infrastruktur di daerah.
Peran DPRD dalam pengawasan proyek pembangunan infrastruktur memang sangat penting. Sebagai wakil rakyat, DPRD memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap rupiah uang rakyat digunakan secara tepat sasaran, efektif, dan tidak disalahgunakan. Dalam hal ini, Usman Tigedo telah menjalankan perannya dengan baik dengan menyuarakan aspirasi masyarakat dan meminta agar proyek ini diperiksa lebih lanjut.
Sementara itu, Dinas PUPR sebagai pelaksana teknis juga telah menunjukkan komitmen yang tinggi dalam memastikan kualitas pekerjaan. Dengan melakukan peninjauan langsung ke lapangan dan melakukan pemeriksaan menyeluruh, Dinas PUPR berusaha untuk memastikan bahwa proyek ini berjalan sesuai dengan rencana dan memenuhi standar yang ditetapkan.
Pembangunan infrastruktur jalan yang berkualitas sangat penting untuk mendukung pembangunan daerah. Jalan yang baik dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mempermudah distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, jalan yang baik juga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.
Dengan selesainya pekerjaan pengaspalan jalan ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati akses transportasi yang lebih baik dan nyaman. Selain itu, diharapkan juga dapat mendukung kelancaran pelayanan kesehatan di RSUD Weda dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar wilayah tersebut.
Dinas PUPR Halmahera Tengah juga berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan terhadap pekerjaan-pekerjaan infrastruktur lainnya di daerah. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua proyek pembangunan berjalan sesuai dengan rencana dan memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
