Jembatan di Desa Tebuah Elok Sambas Hampir Roboh, Warga Khawatir Aktivitas Lumpuh Tanpa Akses Alternatif

SAMBAS,

Jembatan penghubung akses utama menuju Dusun Sebude, Desa Tebuah Elok, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas kini berada dalam kondisi kritis dan hampir roboh, mengancam keselamatan ribuan warga yang mengandalkannya setiap hari.

Pantauan tim investigasi media di lokasi menunjukkan bagian badan jembatan telah amblas dengan salah satu sisi struktur mengalami keretakan dan patah parah.

Penyangga bawah jembatan juga terlihat tergerus secara signifikan oleh aliran sungai, diduga akibat derasnya arus air saat musim hujan serta faktor usia bangunan yang sudah tidak terawat dengan baik.

Kondisi tersebut membuat jembatan tidak lagi aman untuk dilalui, bahkan bagi kendaraan berukuran kecil seperti sepeda motor maupun alat angkut hasil pertanian yang menjadi sandaran ekonomi lokal.

Jembatan yang menjadi satu-satunya jalur penghubung tersebut digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas penting, mulai dari menuju sekolah, mengakses fasilitas kesehatan, hingga mengangkut hasil kebun dan kebutuhan pokok sehari-hari.

Tanpa akses alternatif, warga terpaksa melintas dengan hati-hati meskipun risiko jatuh atau robohnya struktur sangat tinggi.

“Kami memang takut setiap kali melintas sini. Jembatan sudah terlihat miring dengan banyak retakan, dan saat hujan deras air sungai naik hingga kayu-kayu hanyut sering tersangkut di bagian bawah. Kami khawatir sewaktu-waktu bisa roboh total,” ungkap Bapak Iskandar, salah satu warga setempat yang tengah melintasi jembatan saat peliputan berlangsung.

Menurutnya, kerusakan pada jembatan telah terjadi cukup lama, namun hingga saat ini belum ada tindakan perbaikan menyeluruh dari pihak berwenang.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan peninjauan lapangan serta mengambil langkah penanganan darurat.

“Ini satu-satunya jalan menuju dusun kami. Kalau akses ini benar-benar putus, semua aktivitas masyarakat pasti akan lumpuh total,” tambahnya dengan nada cemas.

Hingga berita ini diterbitkan, jembatan masih digunakan secara terbatas oleh warga. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta berhati-hati saat melintas, sembari menunggu tanggapan dari pemerintah daerah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!