Harga Sembako di Bengkayang Naik Jelang Hari Raya, Masyarakat Minta Langkah Konkret Pemerintah

BENGKAYANG,

Kenaikan harga kebutuhan pokok (sembako) kembali mengguncang wilayah Kabupaten Bengkayang menjelang perayaan hari-hari besar keagamaan dan adat.

Kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama bagi kelompok ekonomi menengah ke bawah yang sudah mulai mempersiapkan perlengkapan hari raya.

Dari hasil pemantauan lapangan awak media di Pasar Teratai, Sabtu (21/2/2026), kenaikan harga terjadi pada hampir seluruh komoditas utama. Beras, minyak goreng, gula pasir, cabai, bawang merah dan putih, sayuran segar, protein hewani, serta ikan konsumsi menjadi beberapa barang yang mengalami peningkatan nilai jual.

Pola kenaikan ini diketahui sering berulang setiap menjelang momentum besar seperti Natal, Tahun Baru, Idulfitri, Imlek, dan perayaan adat Gawai Dayak.

Kondisi ini dinilai tidak sejalan dengan upaya penguatan ekonomi daerah yang seharusnya mendukung ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan akses distribusi yang terbuka.

Adanya lonjakan harga yang cepat dan masif juga menimbulkan dugaan terkait lemahnya pengawasan terhadap rantai distribusi dan mekanisme stabilisasi harga di tingkat pasar.

“Setiap menjelang hari raya, harga sembako selalu naik tanpa terkendali. Kami berharap pemerintah daerah tidak hanya melakukan pemantauan secara rutin, tetapi benar-benar mengambil kebijakan tegas yang sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan,” ujar salah seorang warga Bengkayang yang tidak ingin disebutkan namanya.

Hasil sampling harga di Pasar Teratai menunjukkan variasi kenaikan pada setiap komoditas.

Beberapa jenis beras mengalami kenaikan hingga 10%, minyak goreng kemasan 1 liter naik sekitar 8%, sementara cabai merah kering melonjak hingga 15% dibandingkan harga normal pada bulan sebelumnya.

Masyarakat mengajak Pemerintah Kabupaten Bengkayang untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur.

Beberapa langkah yang diharapkan antara lain pelaksanaan operasi pasar dengan harga subsidi, penguatan pengawasan terhadap pedagang dan distributor, serta optimalisasi program ketahanan pangan daerah yang sudah ada.

Stabilitas harga bahan pokok juga dinilai krusial untuk mendukung berbagai program pemerintah daerah, termasuk program makan bergizi gratis yang saat ini tengah berjalan.

Ketersediaan bahan pangan dengan harga terjangkau menjadi prasyarat agar program tersebut dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Jika tidak diantisipasi secara serius, lonjakan harga sembako dikhawatirkan akan terus menjadi siklus yang berulang dan menjadi beban berat bagi masyarakat, padahal hari raya seharusnya menjadi momen untuk merayakan kebahagiaan dan meningkatkan kesejahteraan bersama.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!