Gotong Royong Bangun Honai Adat: Satgas Yonif 521/DY Jalin Kemanunggalan dengan Masyarakat Walesi Papua Pegunungan

WALESI, PAPUA PEGUNUNGAN

Semangat kebersamaan khas bangsa Indonesia kembali menyala di tanah pegunungan. Satgas Yonif 521/DY “Macan Kumbang Berhasil” melaksanakan kegiatan gotong royong pembangunan Honai adat bersama warga masyarakat di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, pada hari Minggu (1 Maret 2026).

Honai bukan sekadar struktur bangunan tempat tinggal bagi masyarakat pegunungan Papua. Sebagai rumah adat khas yang telah ada sejak zaman leluhur, Honai memegang makna mendalam sebagai simbol identitas budaya, tonggak persatuan masyarakat, dan pusat kekuatan spiritual.

Di Distrik Walesi, Honai berperan sebagai tempat berkumpulnya warga untuk bermusyawarah, wadah pendidikan nilai-nilai tradisional bagi generasi muda, serta pelindung nilai-nilai luhur yang diwariskan dari nenek moyang.

Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E, M.I.P, menjelaskan bahwa keterlibatan prajurit dalam pembangunan Honai ini merupakan bentuk nyata kemanunggalan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan rakyat.

“Kita tidak hanya datang sebagai pelindung keamanan, tetapi juga sebagai mitra dalam membangun dan menjaga keutuhan budaya lokal,” ujarnya.

Dalam proses pembangunan, personel Satgas bekerja sama erat dengan warga mulai dari tahap pengumpulan bahan bangunan lokal seperti kayu berkualitas dari hutan sekitar, penyusunan rangka kayu yang kokoh, hingga pemasangan atap jerami yang dibuat secara tradisional.

Proses kolaboratif ini tidak hanya mempercepat penyelesaian pembangunan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa saling percaya yang kuat antara aparat dengan masyarakat setempat.

Secara spiritual, Honai dianggap sebagai ruang sakral yang menjadi tempat pembinaan karakter generasi muda, pengambilan keputusan penting dalam kehidupan adat, serta simbol perlindungan bagi seluruh keluarga dan komunitas.

Dari sisi budaya, Honai tercatat sebagai salah satu warisan budaya Nusantara yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya bangsa Indonesia.

Kegiatan gotong royong ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan di daerah perbatasan tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur modern.

Melalui kerja sama yang erat, Satgas Yonif 521/DY dan masyarakat Distrik Walesi bersama-sama menjaga kelestarian warisan leluhur sekaligus memperkuat rasa persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sumber : Prajurit Macan Kumbang Berhasil (Yonif 521/DY)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!