FORUM DISKUSI KEBANGSAAN GAKORPAN: Desak Presiden Prabowo Turun Tangan Atasi Banjir Tiga Tahun di Bulak Barat Depok

banner 468x60

JAKARTA,

Bertempat di Kantor Hukum & PERS, Jl. Cirendeu Indah IV, Dr. Bernard BBBB Siagian, S.H., M.A., K.P., menyelenggarakan “Forum Diskusi Kebangsaan GAKORPAN, Sarjana Pancasila, dan RBRPG 08”. Acara ini dihadiri oleh 500 peserta yang terdiri dari aktivis lingkungan hidup, tokoh nasional PPWI, serta tokoh masyarakat seperti Ricky Soares dan Bunda Tiur Simamora.

Diskusi ini menyoroti polemik banjir musiman di Desa Bulak Barat, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, yang telah terbengkalai selama tiga tahun. Kondisi ini memaksa warga menggunakan “Getek Bambu” untuk beraktivitas sehari-hari.

Darurat Infrastruktur dan Ancaman Penyakit
Dalam pernyataannya, Dr. Bernard menegaskan bahwa hancurnya infrastruktur penyangga di daerah penyangga Jakarta, termasuk bendungan, menjadi pemicu banjir bandang kiriman dari wilayah Bogor (Bendung Katulampa).

Ia menyoroti kinerja Dinas PUPR Pemkot Depok yang dinilai abai terhadap perbaikan sarana di Bulak Barat.

“Ini bukan sekadar masalah air, tapi sudah menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Genangan air memicu wabah penyakit kulit, diare, hingga demam berdarah (DBD) akibat nyamuk Aedes Aegypti. Kami melihat adanya tata kelola infrastruktur yang amburadul dan kurangnya kepekaan dari anggota DPRD Kota Depok terhadap daerah pilihannya,” ujar pimpinan DPP GAKORPAN tersebut dengan nada tegas.

Tuntutan kepada Pemerintah Pusat
Aktivis Hukum dan HAM sekaligus perwakilan warga, Ricky Soares, menjelaskan bahwa akar masalah bermula dari jebolnya tembok Tempat Pembuangan Sampah (TPS) lingkungan yang hingga kini dibiarkan hancur oleh Pemerintah Kota Depok.

Akibat rusaknya fasilitas umum, jalan terendam banjir hingga ketinggian 1 meter. Kondisi ini sangat membahayakan keselamatan anak-anak sekolah yang terpaksa menembus banjir demi menuntut ilmu.

Melalui forum ini, DPP GAKORPAN secara resmi meminta:-

Presiden RI, Jend. TNI (Purn) Prabowo Subianto, untuk “turun gunung” meninjau langsung penderitaan warga Desa Bulak Barat.

– Gubernur Jawa Barat, untuk bersinergi melakukan problem solving yang transparan dan akuntabel.

– Pemkot Depok, agar mengedepankan aspek keadilan dan tidak hanya melakukan pencitraan politik.

“Fokus pemerintah jangan hanya tertuju pada bencana di luar daerah seperti Aceh Tamiang atau Kalimantan. Banjir tahunan di Sawangan Depok yang sudah 3 tahun dibiarkan ini juga merupakan ancaman nasional,” tambah Dr. Bernard.

Acara ditutup dengan pernyataan kritis dari Bunda Rosleny News dan doa bersama untuk kerukunan umat yang dipimpin oleh Ustadz Aco Yusran, S.H., S.K.M.

Seluruh elemen yang hadir berkomitmen untuk terus mengawal isu ini demi mewujudkan Astacita Menuju Indonesia Emas 2045.

Salam GAKORPAN! Merdeka!

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *