Jeremy Corbyn Kritik Rencana Perang Terhadap Iran – Pernyataan Dibacakan di Demo “Hands Off Iran” London 7 Maret 2026

“Kita telah melihat dampak mematikan dari perang yang tidak dibenarkan di Irak tahun 2003 – jutaan nyawa hilang, negara hancur berkeping-keping, dan ketidakstabilan yang masih kita rasakan hingga saat ini. Inggris tidak boleh terlibat dalam perang ilegal lainnya, terutama terhadap Iran yang akan membawa konsekuensi yang lebih parah bagi kawasan dan dunia,”
demikian bunyi pernyataan Jeremy Corbyn

 BIRMINGHAM, LONDON – INGGRIS

Jeremy Corbyn, mantan pemimpin Partai Buruh Inggris dan Anggota Parlemen untuk distrik Islington North yang menjabat sejak tahun 1983, mengeluarkan kritik tegas terhadap potensi perang terhadap Iran melalui pernyataannya yang dibacakan pada demonstrasi “Hands Off Iran” yang digelar pada Jumat (7/3/2026) di ibukota Inggris. Acara yang diikuti oleh sekitar 5.000 hingga 6.000 peserta ini berlangsung dengan rute yang dimulai dari Millbank dan diakhiri di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Vauxhall, dengan menyuarakan penolakan yang tegas terhadap tindakan militer yang mungkin terjadi dan mengingatkan pada konsekuensi bencana yang ditimbulkan oleh invasi Irak pada tahun 2003.

Sebagai sosok politisi kiri yang telah lama dikenal luas, Jeremy Corbyn lahir pada 26 Mei 1949 dan telah aktif selama lebih dari empat dekade dalam berbagai kampanye internasional yang fokus pada perdamaian, penentangan senjata nuklir, advokasi hak-hak rakyat Palestina, serta perlawanan terhadap setiap bentuk perang yang dianggap tidak sah dan tidak perlu. Meskipun tidak dapat menghadiri demonstrasi secara langsung pada tanggal 7 Maret 2026 akibat jadwal keparlementerian yang padat, ia memastikan bahwa pandangan dan pesan perdamaiannya dapat terdengar oleh seluruh peserta melalui pernyataan tertulis yang dibacakan oleh perwakilan resmi dari kantornya.

Dalam pernyataannya yang penuh semangat dan penuh makna yang disampaikan pada acara tersebut di hari Jumat lalu, Corbyn menekankan bahwa negara Inggris tidak boleh terlibat dalam perang ilegal lainnya yang hanya akan membawa penderitaan bagi jutaan orang dan memperparah tingkat ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah yang sudah lama menghadapi konflik. Ia secara tegas mengingatkan bahwa pelajaran sejarah dari invasi Irak yang telah menyebabkan korban jiwa ribuan orang sipil dan militer, serta kerusakan struktural yang meluas hingga saat ini, seharusnya menjadi pengingat yang kuat bagi pemerintah untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu yang telah membawa dampak buruk bagi seluruh dunia.

“Kita telah melihat dampak mematikan dari perang yang tidak dibenarkan di Irak tahun 2003 – jutaan nyawa hilang, negara hancur berkeping-keping, dan ketidakstabilan yang masih kita rasakan hingga saat ini. Inggris tidak boleh terlibat dalam perang ilegal lainnya, terutama terhadap Iran yang akan membawa konsekuensi yang lebih parah bagi kawasan dan dunia,”
demikian bunyi pernyataan Jeremy Corbyn yang dibacakan secara lantang oleh perwakilannya di tengah kerumunan peserta yang berkumpul dengan antusias.

Demonstrasi “Hands Off Iran” yang digelar pada hari Jumat (7/3/2026) ini dipimpin oleh beberapa organisasi besar yang telah lama berjuang untuk perdamaian dan hak asasi manusia, antara lain Campaign for Nuclear Disarmament (CND), Stop the War Coalition, dan Palestine Solidarity Campaign. Acara ini tidak hanya menjadi aksi lokal di London, tetapi juga merupakan bagian dari gerakan internasional yang menyebar ke berbagai negara di dunia, dengan peserta datang dari berbagai latar belakang politik, agama, dan komunitas masyarakat di London serta wilayah sekitarnya seperti Manchester, Birmingham, dan Liverpool. Pada tanggal tayang berita ini, Minggu (8/3/2026), gerakan anti perang ini terus mendapatkan dukungan yang meningkat dari berbagai elemen masyarakat di Inggris dan negara-negara lain di Eropa serta dunia.

Pada kesempatan yang sama pada acara yang berlangsung pada 7 Maret 2026, Corbyn juga menyatakan bahwa setiap langkah kebijakan yang diambil oleh pemerintah Inggris terkait situasi di kawasan Timur Tengah harus selalu berdasarkan pada prinsip-prinsip hukum internasional yang berlaku, proses dialog damai yang inklusif, serta penghormatan yang penuh terhadap kedaulatan setiap negara. Ia menegaskan dengan tegas bahwa solusi yang berkelanjutan untuk berbagai permasalahan di kawasan tidak dapat ditemukan melalui penggunaan kekerasan militer, melainkan melalui upaya diplomasi yang sungguh-sungguh dan komitmen bersama untuk menangani akar masalah yang menjadi penyebab konflik.

“Solusi untuk tantangan yang dihadapi kawasan Timur Tengah tidak terletak pada penggunaan kekerasan. Kita perlu mendorong dialog damai yang inklusif, menghormati kedaulatan setiap negara, dan bekerja sama untuk membangun perdamaian yang berkelanjutan. Setiap upaya untuk melakukan serangan militer terhadap Iran harus segera dihentikan,” tambahnya dalam bagian lain dari pernyataannya yang dibacakan pada demo tersebut di hari Jumat.

Selain menentang rencana potensial perang terhadap Iran, Corbyn juga menyampaikan kekhawatirannya yang mendalam bahwa tindakan militer akan berdampak negatif yang signifikan pada situasi kemanusiaan di seluruh kawasan Timur Tengah, termasuk pada rakyat Palestina yang sudah lama menghadapi kesulitan hidup akibat konflik yang berlangsung terus-menerus. Ia menekankan bahwa tujuan utama untuk mencapai perdamaian yang sejati di kawasan Timur Tengah tidak akan pernah tercapai jika setiap negara terus terlibat dalam siklus kekerasan dan konflik yang tak berkesudahan.

“Kita tidak dapat membicarakan perdamaian di satu sisi kawasan sementara pada sisi lain kita mempersiapkan tindakan militer yang akan memperparah situasi yang sudah sangat sulit. Rakyat Palestina, rakyat Iran, dan rakyat di seluruh kawasan berhak hidup dalam suasana kedamaian dan keamanan tanpa harus menghadapi ancaman perang setiap saat,” jelas bagian penting dari pernyataannya yang disampaikan pada acara demonstrasi 7 Maret lalu.

Para peserta demonstrasi yang datang dengan membawa berbagai jenis spanduk, plakat, dan bendera dengan tulisan seperti “Jangan Perang Lawan Iran”, “Hentikan Ekspor Senjata”, “Damai untuk Timur Tengah”, dan “Kita Tidak Ingin Perang Lagi” menunjukkan dukungan yang kuat dan solid terhadap pesan yang disampaikan oleh Jeremy Corbyn serta organisasi penyelenggara acara. Banyak di antara mereka yang menyatakan bahwa mereka sangat khawatir tindakan militer terhadap Iran akan membawa konsekuensi yang sama buruknya dengan invasi Irak pada tahun 2003 dan akan berdampak signifikan pada keamanan serta kesejahteraan masyarakat di Inggris serta seluruh dunia.

Sarah Mitchell (42 tahun), seorang pekerja sosial dari Manchester yang datang khusus ke London untuk mengikuti acara pada tanggal 7 Maret 2026, mengatakan bahwa ia merasa perlu untuk bersuara karena telah melihat secara langsung dampak buruk dari konflik militer pada keluarga dan teman-temannya yang tinggal di kawasan Timur Tengah. “Kita tidak bisa mengulangi kesalahan masa lalu yang telah membawa begitu banyak penderitaan. Perang hanya akan membawa kehancuran dan kesedihan bagi semua pihak yang terlibat. Kita perlu mendorong pemerintah untuk mencari solusi damai dan jalan keluar yang dapat diterima oleh semua pihak,” katanya saat ditemui di lokasi acara.

Sementara itu, Lindsey German, Sekretaris Jenderal Stop the War Coalition, menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap dukungan yang diberikan oleh Jeremy Corbyn terhadap gerakan anti perang yang mereka laksanakan. Menurutnya, dukungan dari tokoh politik berpengaruh dan memiliki integritas seperti Corbyn sangat penting untuk meningkatkan kesadaran publik serta memberi tekanan yang signifikan pada pemerintah agar tidak mengambil langkah yang salah dalam menangani situasi terkait Iran.

“Kami sangat menghargai dukungan yang terus-menerus diberikan oleh Jeremy Corbyn terhadap gerakan perdamaian kami. Pandangannya yang jelas dan tegas terhadap pentingnya menjaga perdamaian telah menjadi inspirasi bagi banyak orang di seluruh Inggris dan dunia. Kita akan terus bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk politisi yang memiliki visi yang sama, untuk memastikan bahwa Inggris tidak terlibat dalam perang yang tidak perlu dan tidak sah,” ujar Lindsey German dalam sambutannya yang disampaikan pada demonstrasi yang berlangsung pada 7 Maret 2026.

Sebelumnya, pada tanggal 1 Maret 2026 – sekitar seminggu sebelum acara besar “Hands Off Iran” – Jeremy Corbyn juga telah secara langsung bergabung dengan ribuan demonstran pro-Iran yang berkumpul di Parliament Square, sebuah lokasi yang sering menjadi tempat untuk menyampaikan aspirasi masyarakat di Inggris. Pada kesempatan itu, ia secara langsung menyampaikan pidato singkat namun penuh makna yang menekankan pentingnya menghindari perang dan meningkatkan upaya dialog serta kerja sama antarnegara untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada.

Sebagai Anggota Parlemen yang telah menjalani karir politik panjang selama lebih dari empat dekade sejak tahun 1983, Jeremy Corbyn telah konsisten dalam mengangkat berbagai isu penting terkait perdamaian dan hak asasi manusia baik di dalam maupun di luar ruangan parlemen Inggris. Ia seringkali dengan tegas mengkritik kebijakan luar negeri pemerintah Inggris yang dianggapnya tidak sesuai dengan prinsip-prinsip perdamaian dan keadilan global, termasuk kebijakan terkait pengembangan dan penggunaan senjata nuklir, ekspor senjata ke negara yang sedang menghadapi konflik, serta situasi yang terjadi di berbagai kawasan konflik seperti Palestina dan Timur Tengah.

Kritikan dan dukungan yang diberikan oleh Corbyn terhadap gerakan anti perang ini menjadi bagian dari komitmennya yang telah terbukti selama puluhan tahun terhadap prinsip-prinsip perdamaian global dan penghormatan yang tinggi terhadap hukum internasional. Ia terus aktif mendorong agar pemerintah Inggris mengambil peran yang lebih aktif dan konstruktif dalam mempromosikan perdamaian dunia serta menangani akar masalah dari berbagai konflik global melalui cara-cara yang damai dan diplomatik. Pada tanggal tayang berita ini, 8 Maret 2026, pernyataan yang disampaikan oleh Jeremy Corbyn telah menjadi sorotan utama berbagai media massa lokal maupun internasional, serta mendapatkan tanggapan yang luas dari berbagai kalangan politik, organisasi masyarakat, dan masyarakat internasional yang peduli dengan masa depan perdamaian dunia.

Beberapa ahli politik dan pakar hubungan internasional juga memberikan tanggapan terhadap pernyataan Corbyn. Dr. Amelia Roberts, seorang ahli hubungan internasional dari University College London (UCL), menyatakan bahwa pandangan yang disampaikan oleh Corbyn mencerminkan kekhawatiran yang semakin meningkat di kalangan masyarakat internasional terkait potensi tindakan militer terhadap Iran. “Kita sedang menghadapi masa yang sangat kritis di kawasan Timur Tengah, dan setiap langkah yang diambil harus sangat hati-hati agar tidak memperparah situasi. Pandangan seperti yang disampaikan oleh Jeremy Corbyn memberikan perspektif penting tentang pentingnya mencari solusi damai,” ujarnya dalam wawancara yang dilakukan pada tanggal 8 Maret 2026.

Di sisi lain, pemerintah Inggris melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa mereka sedang mempertimbangkan berbagai opsi kebijakan dengan sangat cermat dan selalu berusaha untuk mencari solusi damai terhadap situasi terkait Iran. “Pemerintah Inggris selalu mendukung perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah. Kita sedang bekerja sama dengan mitra internasional untuk mencari solusi yang terbaik dan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil sesuai dengan hukum internasional serta kepentingan nasional Inggris,” jelas juru bicara tersebut dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada tanggal 8 Maret 2026.

Meskipun terdapat berbagai pandangan yang berbeda terkait dengan situasi terkait Iran, satu hal yang jelas adalah bahwa suara dan perhatian yang diberikan oleh Jeremy Corbyn serta gerakan anti perang telah berhasil menarik perhatian publik terhadap pentingnya menghindari perang dan mencari jalan keluar damai bagi berbagai permasalahan yang ada. Dengan dukungan yang terus meningkat dari masyarakat, diharapkan bahwa setiap keputusan kebijakan yang diambil oleh pemerintah akan lebih memperhatikan aspek perdamaian dan kesejahteraan rakyat baik di Inggris maupun di seluruh dunia.

Dikutip Dari : Pidato Jeremy Corbyn

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!