JAKARTA,
Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Anti Korupsi dan Penyelamatan Aset Negara (GAKORPAN) menyoroti keras kasus kematian tragis bayi berusia satu tahun bernama Jenita di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat.
Kematian balita tersebut memicu dugaan adanya malapraktik medis yang dilakukan oleh oknum dokter saat penanganan di ruang Unit Gawat Darurat (UGD).
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim investigasi, kejadian bermula saat ibu kandung korban, Liana Hirvanti (27), membawa Jenita ke RSUD Cengkareng pada 8 Juni 2014 sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, korban dalam kondisi demam tinggi.
Sesampainya di UGD, bayi Jenita langsung ditangani oleh dokter jaga berinisial dr. M. Pihak rumah sakit menyatakan bahwa pasien didiagnosa menderita penyakit campak.
Namun, prosedur medis yang dilakukan setelahnya menyisakan tanda tanya besar bagi pihak keluarga.
Prosedur Medis yang Dipertanyakan
Liana mengungkapkan bahwa anaknya diberikan infus, obat minum, hingga obat yang dimasukkan melalui lubang anus.
Tak lama setelah pemberian obat-obatan tersebut, kondisi Jenita justru merosot tajam hingga dinyatakan meninggal dunia pada pukul 19.11 WIB di hari yang sama.
”Yang menjadi ganjalan di hati saya adalah proses penanganannya. Setelah dimasukkan obat ke dubur, tidak lama kemudian anak saya meninggal. Saya melihat kondisi bokong bayi saya membiru kehijauan,” ujar Liana dengan nada pilu saat ditemui di kediamannya, Kapuk, Cengkareng.
Liana menduga adanya kegagalan prosedur atau efek samping obat yang tidak diantisipasi oleh tenaga medis yang bertugas, yang berujung pada hilangnya nyawa buah hatinya.
Desakan Pertanggungjawaban
Pihak keluarga melalui GAKORPAN mendesak manajemen RSUD Cengkareng untuk memberikan klarifikasi transparan dan menyelesaikan kasus ini secara tuntas.
Liana berharap agar kecerobohan medis yang diduga menimpa keluarganya tidak terulang kembali kepada pasien lain.
”Jangan sampai apa yang dialami keluarga kami dialami pula oleh pasien-pasien lainnya,” tegas Liana.
Upaya Konfirmasi
Hingga berita ini diturunkan, tim investigasi telah mencoba melakukan konfirmasi langsung kepada dr. M maupun pimpinan RSUD Cengkareng.
Namun, pihak rumah sakit belum berhasil ditemui untuk memberikan keterangan resmi terkait prosedur medis yang dijalankan terhadap bayi Jenita.
Narasumbur : Tim Investigasi GAKORPAN
