TASIKMALAYA, JABAR
Di tengah keluhan soal krisis disiplin pelajar, Kwartir Ranting (Kwarran) Pramuka Cibeureum Kota Tasikmalaya memilih jalan klasik tapi relevan: menggembleng calon pimpinan regu sejak dini.
Puluhan Pramuka Penggalang dari berbagai sekolah di Kecamatan Cibeureum mengikuti Gladian Pimpinan Regu (Dianpinru), Sabtu (8/2/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar kumpul pakai seragam cokelat, tetapi latihan kepemimpinan yang menuntut peserta siap memimpin, bukan hanya berdiri paling depan saat upacara.
Ketua Kwarran Pramuka Cibeureum, Aceng Ilyas, menegaskan bahwa pimpinan regu adalah ujung tombak pembinaan Pramuka di sekolah. Jika ujung tombaknya tumpul, maka barisan pun mudah goyah.
“Pimpinan regu itu bukan pajangan. Mereka harus disiplin, bertanggung jawab, dan bisa jadi contoh. Lewat gladian ini kami ingin mencetak pemimpin muda yang tidak hanya bisa memberi aba-aba, tapi juga memberi teladan,” ujar Aceng.
Untuk urusan kedisiplinan, Kwarran Cibeureum menggandeng Danramil Cibeureum sebagai pemateri Peraturan Baris-Berbaris (PBB).
Materi ini tidak semata mengajarkan langkah kaki, tetapi juga menanamkan nilai patuh aturan dan kekompakan.
Sementara itu, Pelatih Kwarran Cibeureum Cecep Mulyana MPd memberikan materi peta lapangan.
Peserta dilatih membaca medan, memahami arah, serta bekerja dalam tim—kemampuan dasar yang sering hilang di era GPS dan sinyal internet.
“Kami ingin mereka terbiasa berpikir, bukan hanya mengikuti perintah. Navigasi lapangan melatih ketelitian dan kerja sama,” kata Cecep.
Gladian Pimpinan Regu ini diikuti perwakilan Pramuka Penggalang se-Kecamatan Cibeureum dan berlangsung tertib serta penuh antusiasme.
Tidak ada kursi empuk atau pendingin ruangan—yang ada barisan, komando, dan latihan fisik.
