Banjir Bandang Robohkan Jembatan Baru di Dusun Mangkau, Entikong

SANGGAU,

Banjir bandang mengguyur Dusun Mangkau, Desa Pala Pasang, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, dan menghancurkan jembatan penghubung yang baru saja diresmikan.

Peristiwa ini terjadi akibat hujan intens tinggi yang mengguyur kawasan hulu sungai selama beberapa hari, menyebabkan debit air meningkat drastis dan meluap ke kawasan permukiman.

Sebagai akses utama antarwilayah dan menuju fasilitas vital masyarakat, jembatan tidak mampu menahan derasnya arus banjir.

Struktur jembatan ambruk dan sebagian rangka terseret arus sungai yang deras dan keruh. Beberapa fasilitas penunjang di sekitar lokasi, seperti papan informasi dan jalan pendekat, juga mengalami kerusakan.

Menurut warga setempat, banjir datang secara tiba-tiba. Dalam hitungan jam, permukaan air sungai melampaui batas normal.

“Air naik sangat cepat dengan arus yang kuat. Tak lama kemudian jembatan bergeser dan akhirnya roboh,” ujar salah satu warga di lokasi kejadian.

Jembatan yang baru diresmikan tersebut sebelumnya diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga untuk mengakses kebun, sekolah, dan layanan kesehatan.

Kini dengan rusaknya jembatan, aktivitas masyarakat terhambat dan mereka terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh serta berisiko.

Pemerintah desa bersama aparat kecamatan telah melakukan peninjauan lokasi dan melaporkan kejadian kepada pemerintah kabupaten.

Langkah tanggap darurat juga telah diambil dengan mengimbau warga untuk tidak mendekati lokasi jembatan yang roboh, mengingat arus sungai masih cukup deras.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan korban jiwa. Namun kerugian material diperkirakan cukup besar karena jembatan merupakan infrastruktur baru dengan anggaran yang tidak sedikit.

Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah penanganan, baik pembangunan jembatan sementara maupun perencanaan ulang konstruksi yang lebih tahan bencana alam.

Selain itu, masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!