
TAPANULI SELATAN, thewasesanews.com — Proyek perbaikan Jembatan Gantung Batangtura yang berlokasi di Lingkungan Gunung Manumpak, Kelurahan Batangtura Sirumambe, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, telah resmi selesai dikerjakan secara bergotong royong oleh jajaran Koramil 18/Pargarutan Kodim 0212/Tapanuli Selatan bersama warga setempat hingga mencapai progres 100 persen pada Jumat (18/9/2026).
Penyelesaian pengerjaan fisik perbaikan infrastruktur penyeberangan sungai tersebut menjadi kabar gembira bagi seluruh lapisan masyarakat kawasan pedalaman pedesaan yang selama ini menggantungkan urat nadi aktivitas harian mereka pada fasilitas jembatan perintis tersebut.

Kondisi sarana perlintasan lama yang sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat pelapukan material termakan usia kini telah berganti menjadi sarana penyeberangan yang kokoh, bersih, serta jauh lebih aman untuk dilalui warga, anak-anak sekolah, hingga kendaraan roda dua.
Jembatan gantung bentangan sungai ini memiliki peranan yang sangat vital dan strategis bagi keberlangsungan hajat hidup warga pedesaan karena menjadi satu-satunya jalur penghubung utama yang menghubungkan Kelurahan Batangtura Sirumambe dengan Dusun atau Kampung Gunung Manumpak.
Dengan selesainya seluruh tahapan pembenahan struktur jembatan tersebut, warga di kedua wilayah pemukiman kini memiliki akses transportasi penyeberangan yang jauh lebih terjamin keselamatan dan kelayakannya dalam mendukung mobilitas serta kelancaran aktivitas harian masyarakat.
Sebelum dilakukannya tindakan perbaikan menyeluruh oleh jajaran prajurit TNI AD, kondisi fisik jembatan gantung tersebut berada dalam keadaan yang sangat memprihatinkan serta membahayakan keselamatan para pengguna jalan yang melintas setiap harinya.
Banyak bagian papan alas perlintasan yang sudah lapuk, patah, maupun berlubang akibat paparan cuaca ekstrim serta usia pakai bangunan yang sudah tergolong sangat tua tanpa pemeliharaan berkala yang memadai.
Kondisi meresahkan tersebut sempat memaksa masyarakat ekstra berhati-hati saat menyeberang, bahkan kerap kali menimbulkan rasa cemas mendalam, khususnya bagi para orang tua saat anak-anak mereka harus berangkat dan pulang sekolah melewati jembatan lapuk tersebut.

Selain mengancam keselamatan jiwa, kerusakan sarana perlintasan sungai itu juga sempat memicu terjadinya kelambatan roda perekonomian lokal karena warga kesulitan mengangkut hasil komoditas pertanian dan perkebunan keluar dari kawasan pemukiman menuju pusat pasar di kecamatan.
Melihat kondisi memprihatinkan yang dialami masyarakat pedesaan tersebut, jajaran TNI AD dari Koramil 18/Pargarutan Kodim 0212/Tapanuli Selatan bergerak cepat melangkah ke lapangan untuk melakukan pembenahan fisik jembatan secara menyeluruh demi memulihkan fasilitas publik tersebut.
Dalam pelaksanaan kegiatan pengerjaan di lapangan, personel TNI AD secara intensif bahu-membahu bersama elemen warga lokal melakukan perbaikan struktur utama, penggantian papan dan komponen jembatan yang rusak, hingga pembersihan total di seluruh sektor jembatan sampai bangunan dinyatakan siap digunakan.
Semangat kemanunggalan antara tentara dan rakyat terpancar kuat selama proses perbaikan berlangsung dengan melibatkan satu personel Koramil 18/Pargarutan, tiga orang tenaga tukang profesional, serta empat orang warga masyarakat setempat yang bekerja tanpa kenal lelah.
Kebersamaan dan kerja keras yang ditunjukkan oleh prajurit TNI dan warga desa tersebut berhasil mempercepat proses penyelesaian pembenahan sarana transportasi yang menjadi urat nadi pergerakan ekonomi dan sosial masyarakat di Kecamatan Angkola Timur tersebut.

Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy, S.I.P., M.Han., menegaskan bahwa pengerjaan pembenahan sarana penyeberangan publik ini merupakan wujud kepedulian nyata dari jajaran TNI AD dalam membantu pemerintah daerah menyediakan infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat pedesaan.
Proyek perbaikan dan pembangunan akses perlintasan ini juga merupakan bagian integral dari prakarsa strategis Presiden RI Prabowo Subianto yang diimplementasikan secara konkret melalui jajaran TNI AD di seluruh pelosok tanah air.
Inisiatif nasional tersebut ditujukan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah terisolasi sekaligus menghadirkan fasilitas publik yang jauh lebih layak, aman, serta bermartabat bagi seluruh lapisan masyarakat pedesaan di kawasan pelosok nusantara.
“Pembangunan dan perbaikan jembatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI AD dalam membantu menghadirkan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat, sekaligus bagian dari prakarsa Presiden RI Prabowo Subianto melalui TNI AD untuk memperkuat konektivitas wilayah serta menghadirkan akses yang lebih aman dan layak bagi masyarakat,” ujar Kolonel Inf Sandy.
Kehadiran jembatan gantung yang kini telah pulih total tersebut disambut dengan rasa syukur mendalam dan antusiasme tinggi dari warga masyarakat Kelurahan Batangtura Sirumambe dan Dusun Gunung Manumpak.
Masyarakat kini tidak perlu lagi merasa khawatir atau cemas saat melintasi sungai untuk mengangkut hasil bumi seperti padi, karet, dan sawit, maupun saat mengantarkan anak-anak mereka menuntut ilmu ke sekolah setiap hari.

Akses mobilitas yang makin lancar ini diyakini akan memberikan dampak positif yang sangat signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan sosial dan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa setempat di masa-masa mendatang.
Selain memperlancar arus transportasi barang dan manusia, keberhasilan perbaikan sarana penyeberangan ini juga semakin mempererat keharmonisan hubungan silaturahmi serta ikatan kekeluargaan antarwarga di kedua wilayah pemukiman yang terpisahkan oleh aliran sungai tersebut.
Pihak Kodim 0212/Tapanuli Selatan berharap masyarakat setempat dapat merawat dan menjaga fasilitas jembatan gantung yang telah diperbaiki ini secara bersama-sama agar masa pakainya dapat bertahan lama dan terus memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Selesainya pengerjaan fasilitas penyeberangan ini membuktikan bahwa sinergi dan gotong royong antara TNI AD dan masyarakat merupakan formula efektif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan infrastruktur dasar di kawasan pedesaan.
TNI AD menegaskan komitmennya untuk akan selalu hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat dan menjadi solusi atas berbagai permasalahan sosial maupun pembangunan di wilayah binaan seluruh Indonesia.
Sumber: Penerangan Kodam I/Bukit Barisan (Pendam I/BB)








