Pemdes Lemo Gelar Musrenbangdes. - thewasesanews.com

Tampung Aspirasi Warga, Pemdes Lemo Gelar Musrenbangdes untuk Prioritas Pembangunan Desa

​“Musrenbangdes ini bukan sekadar agenda rutinitas tahunan formalitas, melainkan wadah demokrasi vital untuk menyerap aspirasi murni masyarakat dari tingkat bawah. Kami ingin memastikan seluruh program pembangunan yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan riil warga di lapangan, transparan, serta memberikan manfaat keberlanjutan bagi kemajuan Desa Lemo,” tegas Kepala Desa Lemo, Satria.

TELUKNAGA, thewasesanews.com — Pemdes Lemo Gelar Musrenbangdes sebagai forum strategis perencanaan pembangunan berbasis partisipasi warga yang berlokasi di Aula Kantor Desa Lemo, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Jumat (2/10/2026).

​Perhelatan musyawarah tahunan tersebut diselenggarakan guna menyerap, memetakan, serta menetapkan skala prioritas usulan pembangunan desa tahun anggaran mendatang yang mencakup sektor fisik maupun non-fisik.

​Forum Musrenbangdes Lemo ini dihadiri secara langsung oleh Kepala Desa Lemo Satria, Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan (Kasi BinWas) Kecamatan Teluknaga Budi Usman, jajaran Bhabinkamtibmas, Babinsa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta para tokoh masyarakat setempat.

Pemdes Lemo Gelar Musrenbangdes. - thewasesanews.com

​Pelaksanaan musyawarah merupakan perwujudan prinsip keterbukaan publik (transparency) dan demokrasi di tingkat tapak agar perencanaan anggaran benar-benar bertumpu pada kebutuhan riil warga Desa Lemo.

​Sinergitas lintas unsur pemerintah desa, Muspika Teluknaga, aparat keamanan, dan kelembagaan masyarakat difungsikan untuk memastikan setiap tahapan pengusulan program dapat dikawal secara akuntabel.

​Penetapan prioritas program pembangunan desa difokuskan pada empat pilar utama, yakni pembenahan infrastruktur pemukiman, pemberdayaan ekonomi warga, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan sumber daya manusia.

​Di samping pembangunan sarana fisik, Pemdes Lemo menaruh perhatian besar pada program peningkatan kapasitas ekonomi perdesaan dan perlindungan sosial bagi warga rentan.

Pemdes Lemo Gelar Musrenbangdes. - thewasesanews.com

​Kepala Desa Lemo, Satria, menggarisbawahi bahwa Musrenbangdes merupakan ruang legitimasi terpenting bagi warga untuk berpartisipasi menentukan arah kemajuan desanya sendiri.

​“Musrenbangdes ini bukan sekadar agenda rutinitas tahunan formalitas, melainkan wadah demokrasi vital untuk menyerap aspirasi murni masyarakat dari tingkat bawah. Kami ingin memastikan seluruh program pembangunan yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan riil warga di lapangan, transparan, serta memberikan manfaat keberlanjutan bagi kemajuan Desa Lemo,” tegas Kepala Desa Lemo, Satria.

Satria menambahkan bahwa sinergi yang harmonis antara jajaran pemerintah desa, pihak kecamatan, Muspika, dan kelembagaan RT/RW menjadi modal utama dalam mewujudkan tata kelola desa yang mandiri.

​Sementara itu, Kasi BinWas Kecamatan Teluknaga, Budi Usman, dalam pengarahannya mengingatkan pentingnya penyusunan daftar usulan yang rasional dan terukur.

​Pihaknya mendorong Pemdes Lemo untuk memilah usulan warga berdasarkan skala prioritas mendesak serta kewenangan anggaran yang dimiliki, baik alokasi Dana Desa (DD) maupun Anggaran Dana Desa (ADD).

​Usulan yang membutuhkan anggaran berskala besar dan berada di luar kewenangan desa diinstruksikan untuk dikawal secara terstruktur ke tingkat Musrenbang Kecamatan hingga Kabupaten Tangerang.

​Kehadiran unsur Bhabinkamtibmas dan Babinsa di tengah jalannya musyawarah turut memberikan jaminan keamanan serta kelancaran proses penyampaian pendapat oleh peserta apel warga.

​Aspek stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dipandang sebagai pondasi utama agar seluruh program pembangunan yang direncanakan dapat dieksekusi tanpa hambatan sosial.

​Penguatan kapasitas lembaga kemasyarakatan desa seperti Karang Taruna, Posyandu, dan kelompok tani juga menjadi poin krusial yang diakomodasi dalam pembahasan RKPDes.

​Pemerintah Desa Lemo meyakini bahwa pembangunan fisik yang megah harus diimbangi dengan pemberdayaan karsa dan ekonomi warga agar roda perekonomian lokal dapat berputar secara inklusif.

​Hasil penyusunan RKPDes Lemo selanjutnya akan diselaraskan dengan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) sebelum disahkan secara resmi menjadi Peraturan Desa.

​Musrenbangdes Desa Lemo diakhiri dengan perumusan Berita Acara Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) yang menyatukan seluruh gagasan warga secara terpadu.

​Melalui semangat gotong royong dan transparansi anggaran, Pemdes Lemo berkomitmen untuk mengawal hasil kesepakatan musyawarah demi mewujudkan Desa Lemo yang sejahtera, maju, dan berdaya saing tinggi.

Narasumber: Satria (Kepala Desa Lemo), Budi Usman (Kasi BinWas Kecamatan Teluknaga).

Logo The Wasesa News
Ade Rachmansyah

Leave a Reply

error: Content is protected !!